10 Cara Meningkatkan Nilai Jual Rumah

Semua pemilik rumah yang ingin menjual rumah miliknya pasti ingin rumahnya terjual dengan harga yang tinggi. Untuk bisa membuat harga jual rumah lebih mahal caranya cukup mudah yaitu dengan melakukan renovasi kecil-kecilan.
Hal ini perlu dilakukan agar tampilan rumah menjadi lebih bagus sehingga orang yang akan membeli rumah tertarik untuk membeli dengan harga mahal. Pemilik rumah yang ingin melakukan renovasi bisa baca ulasan berikut ini agar tahu apa saja yang perlu direnovasi.
Tips Melakukan Renovasi Rumah Agar Harga Rumah Mahal

Renovasi memang perlu sekali untuk dilakukan apalagi rumah yang akan dijual sudah lama ditempati. Dengan melakukan renovasi maka tampilan rumah bekas yang tadinya biasa saja menjadi lebih bagus seperti tampilan rumah baru.
Untuk membuat hal tersebut bisa terjadi maka pemilik rumah perlu melakukan beberapa renovasi seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.
1. Mengganti Warna Cat Rumah
Warna cat rumah sangat wajib untuk diganti atau dirubah warnanya agar rumah memiliki tampilan yang lebih segar dan menarik. Jika dinding bagian dalam rumah maupun bagian luar sudah terlihat kusam maka segera lakukan pengecatan ulang. Pengecatan ini perlu dilakukan secara menyeluruh bukan hanya di sebagian ruangan saja supaya tampilan rumah menjadi seragam.
Kalau ingin melakukan pengecatan ulang sebaiknya berhati-hati saat memilih warna cat karena warna yang digunakan bisa mempengaruhi tampilan rumah secara menyeluruh. Kalau rumah yang ingin dijual memiliki ruangan yang sempit sebaiknya pilih warna yang bisa memberikan kesan ruangan lebih luas. Contohnya menggunakan cat berwarna putih atau krem.
2. Memperbaiki Instalasi Listrik
Perbaikan pada instalasi listrik juga sangat penting untuk dilakukan sebelum menjual rumah karena instalasi listrik yang tidak benar sangat berpengaruh pada harga jual rumah. Pembeli biasanya sangat memperhatikan instalasi listrik di dalam rumah yang akan mereka beli karena instalasi listrik sangat mempengaruhi keamanan dan kenyamanan penghuni rumah.
Pemilik rumah wajib untuk mengecek seluruh instalasi kelistrikan di dalam rumah. Kalau ternyata ada stop kontak yang tidak bisa digunakan atau lepas sebaiknya langsung diperbaiki agar tidak terjadi korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran. Selain itu, perlu juga mengganti lampu yang sudah mati, baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah. Hal ini perlu dilakukan agar pencahayaan menjadi lebih baik.
Baca juga : Cara Memilih Properti Untuk Investasi Bagi Pemula
3. Memperbaiki Saluran Air
Saluran air di dalam rumah juga berpengaruh pada harga rumah saat dijual. Rumah yang memiliki saluran air atau sistem pipa yang kotor dan mampet biasanya harga jualnya sangat murah. Hal tersebut bisa terjadi karena saluran pipa yang rusak bisa menyebabkan kerusakan lainnya seperti merusak dinding, lantai dan juga furniture.
Agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan yang dapat menyebabkan penurunan harga jual sebaiknya lakukan pengecekan saluran pipa terlebih dahulu sebelum menjual rumah. Kalau memang menemukan kerusakan di saluran pipa sebaiknya ganti pipa yang rusak dengan yang baru. Usahakan untuk menggunakan pipa yang berkualitas agar saluran pipa bisa bertahan lama.
4. Renovasi Fasad
Melakukan renovasi di bagian fasad juga menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan karena fasad merupakan kesan pertama yang nanti akan dilihat oleh calon pembeli nantinya. Kalau ingin melakukan renovasi di bagian ini sebaiknya jangan menyesuaikan dengan selera sendiri karena selera seseorang tidak selamanya sama dengan selera orang lain.
Ada baiknya ikuti desain rumah yang saat ini sedang populer untuk bagian fasad rumah, contohnya desain rumah minimalis atau industrial. Agar terlihat lebih menarik lagi, sebaiknya renovasi dilakukan oleh tenaga profesional supaya proses renovasi bisa berjalan lancar dan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
5. Renovasi Atap
Atap merupakan bagian rumah yang sangat penting karena bisa melindungi pemilik rumah dari panas sinar matahari dan dinginnya air hujan. Karena bagian ini sangat penting maka perlu dilakukan renovasi apabila atap sudah mengalami kerusakan. Renovasi atap perlu dilakukan agar terhindar dari kebocoran atap yang bisa mengganggu pemilik rumah saat hujan.
Untuk melakukan renovasi ini bisa disesuaikan dengan tingkat kerusakan atap, misalnya atap yang bocor bisa mengganti bagian atap yang rusak dengan yang baru agar tidak bocor lagi. Kalau bagian atap sudah terlihat rapi dan kondisinya bagus pasti pembeli yang melihat rumah akan tertarik membeli dengan harga yang cukup mahal.
6. Memperbaiki Dinding
Jika rumah yang akan dijual mempunyai dinding yang sudah rusak, baik itu berjamur maupun mengalami keretakan maka wajib direnovasi. Kondisi dinding yang rusak sudah pasti akan mengurangi nilai jual properti karena bisa membahayakan pemilik rumah dan juga bisa mengurangi nilai estetika rumah itu sendiri.
Jika kondisi dinding mengalami keretakan sebaiknya lakukan perbaikan secepat mungkin karena keretakan pada dinding bisa menyebabkan dinding roboh. Sedangkan untuk dinding yang berjamur sebaiknya bersihkan jamur yang ada di dinding lalu cat ulang dinding dengan warna cat yang sesuai dengan gaya rumah.
7. Memperbaiki Lantai
Lantai rumah merupakan bagian rumah yang sangat penting seperti halnya atap dan juga dinding yang bisa mempengaruhi tampilan rumah dan kenyamanan pemilik rumah. Kalau kondisi lantai mengalami kerusakan sudah pasti akan sulit untuk menjual rumah dengan harga mahal karena kondisi lantai yang seperti ini bisa sangat membahayakan pemilik rumah.
Kalau memang lantai sudah mengalami kerusakan sebaiknya ganti lantai yang rusak dengan yang baru. Usahakan untuk menggunakan lantai yang memiliki pola, warna dan ukuran yang sama dengan lantai lainnya agar tampilan rumah tidak terlihat aneh. Kalau ingin lantai tidak mudah rusak bisa melapisi lantai dengan pelindung agar tidak mudah lecet dan pecah.
Baca juga : Investasi Properti Khusus Milenial dan Gen Z
8. Renovasi Dapur
Merenovasi dapur juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena kondisi dapur sangat mempengaruhi harga jual. Rumah yang mempunyai dapur dengan kondisi yang buruk pasti dihargai murah karena pembeli rumah harus mengeluarkan uang tambahan untuk memperbaiki dapur. Jadi kalau ingin harganya mahal sebaiknya lakukan renovasi dapur kecil-kecilan.
Renovasi yang harus dilakukan adalah mengganti kabinet lama yang kondisinya sudah rusak dengan yang baru. Pemilik rumah juga bisa mengganti peralatan dapur dengan yang lebih modern agar tampilan dapur lebih menarik. Selain itu, pengecatan ulang juga perlu dilakukan kalau memang cat dinding di dapur sudah agak kusam.
9. Renovasi Kamar Mandi
Kamar mandi juga merupakan ruangan sangat penting yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah yang ingin jual rumah. Sebelum rumah dijual sebaiknya pastikan kondisi kamar mandi dalam keadaan yang bagus agar nantinya pembeli berminat membeli rumah. Agar tampilan dan kondisi kamar mandi terlihat bagus sebaiknya lakukan renovasi terlebih dahulu.
Pemilik rumah bisa mengganti keran yang sudah usang, mengganti shower yang sudah tidak berfungsi dengan benar atau bisa menambahkan cermin besar di dalam kamar mandi. Selain itu, perlu juga mengganti lantai kamar mandi yang sudah pecah dengan yang baru agar saat menggunakan kamar mandi bisa lebih aman dan nyaman.
10. Renovasi Kamar Tidur
Pemilik rumah juga harus mempertimbangkan renovasi kamar tidur apabila kondisi kamar tidur sudah tidak bagus lagi. Renovasi ruangan ini sangat perlu dilakukan karena kondisi kamar tidur sangat juga memberikan pengaruh pada harga jual. Kalau kondisi kamar tidur masih sangat bagus dan terlihat menarik tampilannya pasti banyak pembeli yang tertarik untuk membeli dengan harga mahal.
Agar kamar tidur tampilannya terlihat menarik dan nyaman untuk digunakan sebaiknya ganti cat dinding kamar tidur yang sudah kusam dengan yang baru. Lantai kamar tidur yang rusak juga perlu diganti supaya saat berjalan di atas lantai tidak tersandung atau terluka karena tergores lantai yang pecah. Pemilik rumah juga bisa mengganti lampu dan perabotan di kamar tidur yang sudah jelek dengan yang baru.
Trik Menjual Rumah agar Cepat Laku
Setelah mempraktekkan cara-cara yang sudah disebutkan di atas tadi, pemilik rumah juga harus mempelajari bagaimana cara untuk menjual rumah agar cepat laku. Ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh pemilik rumah agar bisa cepat mendapatkan pembeli seperti beberapa cara berikut ini.
1. Menentukan Harga Jual yang Realistis
Terjual dan tidaknya rumah tergantung dari harga jual yang dipatok atau ditentukan oleh pemilik rumah. Kalau ingin rumahnya cepat terjual sebaiknya jangan membuat harga yang terlalu mahal atau terlalu murah. Harga jual rumah harus disesuaikan dengan kondisi dan juga harga pasaran rumah yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Kalau rumah kondisinya masih bagus dan berada di lingkungan yang elite maka bisa mematok harga yang mahal tapi kalau kondisinya jelek dan berada di pinggiran kota sebaiknya jangan menjual dengan harga yang mahal karena tidak ada yang akan membeli. Pemilik rumah yang merasa kesulitan untuk menentukan harga jual bisa mengecek NJOP secara online untuk mengetahui harga rata-rata jual beli rumah.
2. Manfaatkan Media Sosial dan Situs Jual Beli
Pemilik rumah yang merasa kesulitan untuk menjual rumah sebaiknya manfaatkan situs jual beli dan media sosial sebagai tempat memasarkan rumah. Pemilik rumah bisa memfoto atau memvideokan rumah yang akan dijual, kemudian membuat iklan di media sosial atau situs jual beli. Iklan yang dibuat di kedua platform tersebut harus menarik dan informatif agar orang yang melihat iklan tertarik membeli rumah.
Ada beberapa informasi yang harus dibagikan pemilik rumah di dalam iklan tersebut, diantaranya adalah kisaran harga jual, lokasi, fasilitas, kelebihan dan informasi kontak nomor yang dapat dihubungi. Usahakan untuk membagikan iklan tersebut di saat banyak orang yang mengakses media sosial dan situs jual beli, misalnya saat istirahat makan siang atau saat malam hari.
3. Jual di Waktu yang Tepat
Pemilik rumah juga perlu memperhatikan waktu yang digunakan untuk menjual rumah. Pemilihan waktu ini merupakan hal yang sangat penting karena ada waktu-waktu tertentu di mana banyak masyarakat yang tertarik membeli rumah.
Biasanya orang membeli rumah di saat kondisi perekonomian sedang membaik atau di saat pergolakan politik sudah stabil. Pada kondisi tersebut hampir semua orang mempunyai banyak uang sehingga banyak yang tertarik membeli rumah untuk ditinggali maupun untuk investasi.
