Properti

Cara Memilih Properti Untuk Investasi Bagi Pemula

Spread the love

 

Investasi adalah aktivitas menanam modal untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Biasanya investasi ini dilakukan untuk jangka waktu yang panjang dan dalam periode tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan peningkatan nilai aset.

Terdapat berbagai jenis investasi yang berdasarkan dengan tujuannya yaitu investasi jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang. Berbagai jenis instrumen investasi cukup beragam misalnya investasi logam mulia, investasi properti dan investasi saham.

Investasi properti ini adalah salah satu jenis investasi yang saat ini mulai banyak diminati oleh masyarakat sebab nilainya yang semakin bertambah mengikuti nilai inflasi di setiap tahunnya. Apalagi kebutuhan properti di pasar yang begitu tinggi dengan begitu investasi properti ini dinilai bisa memberikan keuntungan yang besar.

Terdapat berbagai macam aset investasi pada bidang properti misalnya tanah kosong, rumah, apartemen, gudang, toko, ruko dan hotel. Aktivitas investasi ini tak terbatas pada jual beli aset saja, akan tetapi Anda juga bisa menyewakan aset tersebut dan mendapatkan keuntungan hanya menunggu saja di rumah.

Walaupun terkesan mudah, investasi properti ini tidak dapat dilakukan sembarangan apalagi diperlukan modal yang cukup banyak dan tidak sedikit. Apabila dilakukan tanpa menggunakan perhitungan, bisa jadi bukan keuntungan yang akan didapatkan akan tetapi justru kerugian yang akan diperoleh.

Cara Investasi Properti yang Aman bagi Pemula

Salah satu jenis investasi yang akhir-akhir ini sangat digemari yakni investasi properti yaitu berupa rumah atau kendaraan. Investasi properti yang paling digemari adalah berbentuk perumahan sebab dianggap lebih menguntungkan untuk jangka panjang.

Bagi investor pemula keberhasilan memiliki properti merupakan hal yang paling membanggakan. Untuk bisa mencapai keberhasilan tersebut sesuai dengan tujuan Anda harus mengatur strategi yang tepat dalam pencapaian tujuan tersebut.

Di samping investasi properti, Anda pun harus mempertimbangkan instrumen investasi yang lainnya agar masa depan Anda lebih terjamin. Saat ini investasi menjadi lebih mudah dengan berbagai produk perbankan. Pilihan produknya pun lengkap mulai dari obligasi, reksadana hingga valas.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Investasi Property

Apabila Anda berminat dan ingin berinvestasi di bidang properti, Anda harus memperhatikan beberapa cara untuk berinvestasi di bidang properti bagi para investor pemula. Hal tersebut dapat dilakukan supaya investasi yang Anda lakukan bisa mendapatkan keuntungan maksimal dan meminimalisir kerugian.

Untuk menjadi seorang investor yang aman, bagi pemula harus memperhatikan beberapa hal dalam investasi properti seperti berikut ini.

1. Memilih Lokasi Yang Tepat

Lokasi merupakan salah satu hal yang wajib ditentukan di awal terlebih dulu sebelum akan membeli sebuah rumah dan memulai bisnis properti. Kebanyakan orang biasanya akan memutuskan mulai membangun rumah dikarenakan lokasinya yang strategis. Dengan pertimbangan itulah maka lokasi menjadi faktor yang utama dan harus Anda perhatikan dalam memulai investasi properti.

Lokasi ini sangatlah mempengaruhi harga jualnya nanti. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau serta dekat dengan pusat keramaian akan menjadikan sebuah properti memiliki harga jualnya yang tinggi. Lokasi ini yang akan mempengaruhi minat dari calon user dan berpengaruh terhadap harga jual beli ataupun sewa properti.

Lokasi properti yang berada di tempat yang strategis memiliki nilai harga jual yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan properti yang berada di daerah pinggir kota. Sebaiknya properti yang lokasinya berada di lokasi yang strategis.

2. Persiapkan Dana

Selain menentukan lokasi yang tepat, biaya juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan orang berinvestasi properti. Anda wajib mempersiapkan terlebih dulu dana untuk membayar biaya pokok serta biaya lainnya yang menjadi kewajiban. Terkadang jumlah yang dikeluarkan untuk biaya tersebut tidak sedikit yang membuat para investor pemula akan terkejut.

Yang paling utama dan harus Anda lakukan disini adalah mempersiapkan dana untuk investasi dan berbagai dana lainnya yang diperlukan. Bukan merupakan rahasia umum lagi jika modal investasi ini tidaklah sedikit. Berikut adalah beberapa biaya yang wajib dipersiapkan sebelum melakukan investasi properti.

  • Biaya Tanda Jadi

Biaya ini akan ditentukan dari pengembang. Akan tetapi apabila membeli properti di pasar sekunder maka ada biaya tanda jadi yang ditentukan oleh pihak penjual properti. Biaya tanda jadi ini merupakan bentuk kejelasan membeli rumah yang biasanya disebut sebagai booking fee.

  • Uang Muka

Setelah ada biaya tanda jadi, maka kewajiban yang berikutnya adalah menyiapkan uang muka dimana Anda harus melunasi uang muka apabila membeli rumah melalui pengembang. Sedangkan apabila Anda membeli di pasar sekunder, biaya uang muka sekitar 20%-50% sesuai dengan ketentuan pihak bank.

Baca juga : Investasi Properti Khusus Milenial dan Gen Z

3. Angsuran

Bagi investor pemula, investasi properti yang biasanya dilakukan secara kredit atau cicilan selama beberapa tahun dengan membayar uang angsuran di setiap bulannya. Besaran biaya angsuran ini ditentukan atas kesepakatan antara Anda dengan pihak bank. Akan tetapi jumlahnya tidak akan melebihi penghasilan Anda ataupun pasangan.

4. Pilih Pengembang Terpercaya

Sebelum Anda memulai investasi properti, sangat penting bagi Anda mengetahui latar belakang dari pengembang properti yang akan Anda beli. Sebaiknya jangan mudah percaya dengan developer atau pengembang yang telah terkenal.

Pastikan bahwa performanya baik dan bisa dipercaya. Anda harus memilih pengembang dengan pengalaman minimal 5 tahun dalam bidang properti. Semua informasi tentang pengembang biasanya dapat diperoleh dari website yang mereka miliki.

5. Cek Harga Pasar

Riset harga pasar dari properti tersebut harus dilakukan sebelum Anda membeli sebuah properti. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan harga yang terbaik sesuai dengan harga pasar properti yang ada di wilayah tersebut.

Harga pasar properti ini biasanya berbeda tergantung dengan wilayah dan lokasi dari properti tersebut. Riset harga pasar dari properti tersebut dapat dilakukan dengan cara online melalui berbagai platform pengembang properti ataupun bertanya langsung dengan agen properti yang bersangkutan.

Sebaiknya jangan terburu-buru untuk membeli properti. Berbagai hal yang wajib ditinjau ulang sebelum Anda memutuskan membeli properti. Hal yang harus diperhatikan salah satunya yaitu harga pasaran yang saat ini sedang berlaku.

Ketika akan membeli rumah, Anda harus mengetahui terlebih dulu harga pasarannya. Pengecekan harga pasar ini dapat dilakukan secara online dengan melakukan riset langsung. Dengan demikian Anda dapat memperoleh harga yang terbaik untuk berinvestasi pada properti Anda.

Baca juga : 10 Cara Meningkatkan Nilai Jual Rumah

6. Fasilitas Yang Memadai

Setelah Anda mengecek harga pasar, tahap berikutnya Anda harus mengetahui juga fasilitas apa saja yang diberikan oleh pengembang. Dengan fasilitas yang memadai ini juga dapat meningkatkan harga jual dari properti tersebut. Perhatikan juga ketersediaan fasilitas baik internal dan eksternal.

Untuk fasilitas internal seperti tempat ibadah, area bermain, arena olahraga, serta standar infrastruktur misalnya gerbang perumahan. Sedangkan fasilitas eksternal yaitu fasilitas yang terdapat di sekitar perumahan misalnya sekolah, pusat perkantoran, rumah sakit serta pusat perbelanjaan. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan bagi Anda yang baru saja memulai berinvestasi properti.

7. Persetujuan KPR

Kebanyakan orang akan memanfaatkan menggunakan fasilitas KPR untuk meringankan pembayaran rumah. KPR ini juga menjadi hal yang sangat memudahkan untuk para investor pemula dalam melakukan investasi properti.

Dengan memiliki persetujuan KPR akan membuat agen perumahan maupun vendor yakin tentang minat Anda untuk membeli rumah untuk investasi properti. Di samping itu, KPR juga dapat mencegah kegagalan transaksi untuk jual beli rumah yang Anda lakukan dengan agen perumahan.

8. Pilihlah Tenor Yang Sesuai Kemampuan Anda

Ketika Anda mengajukan KPR dari pihak bank akan memberikan penawaran berbagai macam tenor dimana tenor yang ditawarkannya antara 5 sampai 10 tahun. Tenor ini akan dihitung dari pihak bank yang bersangkutan berdasarkan dengan kemampuan Anda.

Jangan Anda memaksakan memilih tenor yang pendek apabila Anda belum siap finansial. Yang perlu diingat bahwa investasi properti merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.

9. Surat Pembelian Tanah

Hal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan investasi properti ini yaitu memastikan bahwa sertifikat tanah yang pengembang keluarkan tersebut sah secara hukum. Sebagai seorang investor pemula, harus jeli untuk memilih unit perumahan tersebut sebagai investasi properti.

Anda dapat menanyakan terlebih dulu hal tersebut melalui notaris untuk mengurus akta tanah. Surat-surat ini akan menentukan status tanah tersebut yang Anda miliki beserta keseluruhan kavling perumahan.

10. Mempersiapkan Dana Tambahan

Ketika melakukan transaksi jual beli rumah, Anda juga harus mempersiapkan dana tambahan lebih sebab tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada tambahan biaya yang harus Anda tanggung dalam proses pembelian investasi rumah ini. Ada beberapa biaya tambahan yang bisa jadi akan muncul pada transaksi jual beli properti.

11. Biaya Bank

Pembelian rumah dengan menggunakan KPR berarti ada beberapa tahap yang harus Anda lakukan seperti kelengkapan berkas berbayar. Seperti misalnya biaya survey untuk aset properti sebelum Anda membeli rumah. Secara umum pengecekan sertifikat tanah serta harga jual properti didasarkan pada harga pasar yang sedang berlaku.

12. Biaya Asuransi

Untuk biaya asuransi ini biasanya seperti asuransi jiwa yaitu sebesar 1% hingga 2% yang dihitung dari total pinjaman. Di samping itu, akan ada asuransi kebakaran yaitu 1% dari jumlah pinjaman.

13. Biaya Notaris

Notaris merupakan pihak yang banyak membantu untuk mengurus akta serta sertifikat jual beli dimana biaya notaris ini menjadi kewajiban Anda. Biaya notaris ini biasanya disesuaikan dengan keperluan pembeli.

14. Pajak

Pajak merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari pada setiap transaksi jual beli rumah. Biaya pajak ini akan timbul pada pembayaran tunai atau KPR. Pajak yang timbul pada jual beli properti ini seperti BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

15. Waktu Serah Terima Unit

Ketika semua langkah pembelian rumah sudah Anda jalankan. Tahap selanjutnya yaitu pastikan waktu serah terima properti atau rumah yang Anda beli. Perhatikan jangan sampai terjadi keterlambatan yang dapat merugikan Anda di masa mendatang. Jangan sampai tujuan Anda berinvestasi properti malah akan merugikan Anda.

Demikian beberapa hal yang wajib diperhatikan ketika akan memulai berinvestasi properti. Apabila akan melakukan pembelian rumah menggunakan sistem KPR pastikan Anda memilih bank yang menawarkan bunga kompetitif.

Bagi Anda sebagai investor pemula beberapa cara berinvestasi properti tersebut aman bagi pemula. Jika memungkinkan manfaatkan berbagai pilihan dan program pemerintah yang saat ini tersedia untuk membantu Anda dalam mencapai tujuan tersebut.